Article

Ungkapkan Kelemahan Dengan Cerdas


Membicarakan kekurangan diri sendiri memang jauh lebih sulit ketimbang membicarakan kelemahan orang lain. Makanya, bisa dimaklumi jika anda bingung ketika diminta mengungkapkan kelemahan diri dalam wawancara kerja. Mungkin anda berpikir, jika membicarakan kekurangan diri hanya akan merugikan diri sendiri. Lalu bagaimana sebaiknya menjelaskan kelemahan diri sendiri?

Mengungkapkan dan menjelaskan kelemahan diri sendiri tidak selalu merugikan. Asal anda bisa mengemas pembicaraan dalam nuansa yang positif, kelemahan yang anda ungkapkan bisa jadi menarik simpati pewawancara. Ingat, jangan pernah berbohong dengan mengatakan, “Saya tidak punya satu kelemahan pun..”. Ucapan semacam ini jelas-jelas salah. Karena siapapun di dunia ini, nggak ada yang sempurna. Lagipula ucapan tersebut terkesan sangat arogan. Ingat, kelemahan yang paling fatal justru jika anda tidak menyadari kelemahan diri sendiri.

Jadi, jika anda diminta mengungkapkan kelemahan, ungkapkan dengan jelas. Tapi tentu saja anda harus pandai-pandai memilah mana kelemahan yang bisa menjadi kekuatan dan mana kelemahan yang tidak perlu diungkapkan. Kelemahan seperti pemarah, pemalas, dan manja adalah kelemahan yang tidak perlu diungkapkan. Lalu kelemahan apa dong yang bisa jadi kekuatan?

Di bawah ini beberapa contoh kelemahan yang dapat menjadi kekuatan:

-”Saat bekerja saya seringkali lupa waktu. Bahkan bila sudah asyik kerja, saya juga sering lupa makan siang.”

-”Saya kelewat tegas terhadap diri sendiri, sehingga saya tidak bisa memaafkan jika saya melakukan kesalahan.”

-”Saya memang bukan orang yang mengetahui dan menguasai segala bidang. Tetapi saya orang yang selalu ingin belajar. Saya bisa belajar dengan cepat untuk menguasai bidang tertentu.”

Jika anda dapat memformulasikan kalimat dengan tepat, si pewawancara dapat mendeteksi arah pembicaraan anda. Ia dengan mudah akan mengetahui kelebihan di balik kekurangan yang anda sebutkan. Jangan lupa setelah mengungkapkan kelemahan, sertai dengan ucapan “Saya bukan orang yang tertutup oleh perubahan. Menyadari kelemahan ini saya bisa merubahnya ke arah yang lebih baik”.

Kecerdasan anda mengelola kalimat dalam membicarakan kelemahan merupakan point tersendiri bagi anda. Pada intinya apapun kelemahan anda, ungkapkan secara positif sekaligus cerdas. Karena pada dasarnya, pertanyaan tentang kelemahan diri, bukan semata-mata untuk mengetahui hal-hal negatif tentang anda tetapi untuk mengetahui pandangan dan penilaian anda terhadap diri sendiri.

Jadi, sekalipun mengungkapkan kelemahan, buatlah agar pewawancara berpikir seribu kali untuk menolak anda. Selamat wawancara…!

 

Sumber : artikel dunia kerja wordpress